Gejala DBD pada Anak yang Sering Terlewat dan Dianggap Penyakit Lain
Meski bukan penyakit barum, tapi masih banyak orang yang belum mengenali atau mengenali gejalanya.
Terakhir adalah mimisan. Gejala ini sebenarnya mudah dikenali sebagai demam berdarah.
Namun, tidak semua anak dangue mengalami pendarahan. Sehingga juga kadang disalahartikan sebagai mimisan biasa.
Lantas kapan sebaiknya membawa anak ke fasilitas kesehatan?
Menurut dr Ida, jika anak mengalami gejala di atas disertai demam, nyeri kepala, mual, muntah hingga pendarahan, orang tua perlu segera membawa anak ke fasilitas layanan kesehatan.
Terutama jika anak alami gejala ini di bulan Desember hingga April.
"Dangue itu kasusnya akan ada sepanjang tahun. Tetapi ada musim di mana kasus secara rutin, pola yang ada meningkat. Kapan mulai peningkatan kasus ini? Dimulai dari Desember, kemudian naik sampai akhir April," imbuhnya.
Selain itu, orang tua juga perlu curiga anak alami DBD jika ada kasus serupa di keluarga, teman sekolah atau tetangga.
Terakhir, orang tua perlu ke dokter kalau anak belum juga membaik setelah mendapatkan pengobatan di rumah.
"Kita menganjurkan agar sebelum hari ketiga. Kalau demam tidak membaik setelah minum obat penurun panas, demam cenderung naik turun. Karena salah satu karakteristik demam dangue turun sebentar, setelah pemberian penurun panas, dia tinggi lagi," jelas dr Ida.
Oleh karena itu, jika demam anak belum membaik, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kasus-dbd-di-jakarta-terus-meningkat_20240417_183433.jpg)