Demo di Jakarta
Affan Dilindas Pakai Rantis Brimob, Anggaran Barracuda Polri 2020-2024 Tembus Hampir Rp2 T
Rantis Brimob yang melindas Affan ternyata diduga buatan Korsel. Lalu, Polri telah menganggarkan Rp2 triliun hanya untuk pengadaan rantis.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Pravitri Retno W
Dikutip dari laman resminya, perusahaan yang berada di Provinsi Gyeonggi, Korsel dan sudah berdiri sejak 1975.
Adapun perusahaan tersebut bergerak di bidang manufaktur, khususnya pembuatan kendaraan seperti water canon, ambulans, dan rantis.
ICW juga menyebut Polri turut membeli sparepart rantis dari Daeji. Sementara, berdasarkan rentang waktu 2019-2023, Polri mengimpor rantis dan sparepart-nya dari Daeji dengan total nilai transaksi mencapai Rp1,05 triliun.
"Transaksi tersebut mencakup 154 unit kendaraan taktis dan sparepart. Ini pun tidak termasuk transaksi lain yang terjadi pada periode sebelumnya."
"Nilai ini setidaknya 50 persen dari nilai pengadaan rantis Polri pada periode 2020-2024 di atas," ujarnya.
7 Anggota Brimob Terbukti Langgar Etik
Propam Polri telah menetapkan tujuh anggota Brimob yang berada di dalam rantis saat melindas Affan, melanggar kode etik profesi Polri.
Hal ini berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan Divisi Propam Polri pada Jumat (29/8/2025) kemarin.
Adapun ketujuh anggota Brimob itu bernama Kompol Cosmas Kaju Gae, Aipda M Rohyani, Bripka Rohmat, Briptu Danang, Briptu Maradin, Baraka Jana Edi, dan Baraka Yohanes David.
"Tujuh orang terduga pelanggar telah terbukti melanggar kode etik profesi kepolisian," ujar Kadiv Propam Polri, Irjen Abdul Karim.
Kini mereka telah menjalani penempatan khusus (patsus) untuk 20 hari ke depan. Abdul juga menjelaskan posisi dari ketujuh pelaku di dalam rantis saat melindas Affan.
Baca juga: Jadi Tulang Punggung, Ayah Affan Kurniawan Ungkap Putranya Putus Sekolah demi Ikut Cari Nafkah
Adapun pengemudi dari rantis itu adalah Bripka Rohmat. Sementara yang duduk di sebelahnya adalah Kompol Cosmas.
"Adapun pengemudi yang mengemudi kendaraan tersebut yaitu Bripka R (Rohmat), sedangkan yang duduk di sebelah pengemudi yaitu Kompol C," katanya.
Affan Tak Ikut Demo, Cuma Antar Pesanan Makanan
Menurut saksi mata bernama Abdul, Affan saat di lokasi bukan sebagai massa yang turut ikut aksi demonstrasi.
Dia disebut tengah mengantarkan pesanan saat insiden yang membuatnya meninggal dunia, terjadi.
Informasi ini diketahui Abdul dari rekan Affan sesama driver ojol.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.