Iran Vs Amerika Memanas
Menkeu Purbaya Sebut Anggaran RI Masih Aman Hadapi Dampak Perang AS-Israel dengan Iran
Menurut Purbaya dari sisi anggaran, kondisinya masih cukup meskipun konflik di Timur Tengah terjadi berkepanjangan.
Ringkasan Berita:
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pemerintah telah membahas antisipasi dampak konflik di timur tengah terhadap perekonomian Indonesia.
- Menurut Purbaya dari sisi anggaran, kondisinya masih cukup meskipun konflik di Timur Tengah terjadi berkepanjangan.
- Menutut Purbaya penerimaan pajak untuk menyokong anggaran sekarang ini cukup baik. Dalam dua bulan terakhir penerimaan pajak naik 30 persen.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pemerintah telah membahas antisipasi dampak konflik di timur tengah terhadap perekonomian Indonesia.
Menurut Purbaya dari sisi anggaran, kondisinya masih cukup meskipun konflik di Timur Tengah terjadi berkepanjangan.
Baca juga: Gelisah WNI Terjebak Perang Timur Tengah: 5 Hari Tertahan di Dubai, Mau Pulang Takut Pesawat Dirudal
"Ada bahas antara lain kalo krisis seperti ini berkepanjangan, tahan gak anggarannya, anggarannya seperti apa. Kalau analisa kita yang ada sekarang sih masih cukup baik, jadi nggak ada masalah," kata Purbaya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam.
Menutut Purbaya penerimaan pajak untuk menyokong anggaran sekarang ini cukup baik. Dalam dua bulan terakhir penerimaan pajak naik 30 persen.
"Karena tax collection kita juga membaik, Januari-Februari kan tumbuhnya 30 persen. Itu angka yang signifikan sekali, artinya ada perbaikan yang signifikan di ekonomi dan perilaku orang-orang, pajak dan bea cukai," tuturnya.
Baca juga: Iran Pertahankan Dinasti Politik Khamenei, Mojtaba Naik Tahta dengan Dukungan Garda Revolusi
Menurut Purbaya pemerintah telah melakukan penghitungan kekuatan anggaran. Apabila kenaikan harga minyak tidak terlampau ekstrem akibat perang, anggaran masih terbilang aman.
"Pokoknya kita hitung simulasi harga minyak level tertentu ya setahun, untuk anggaran setahun ini. Jadi masih bisa di absorb kalau harga minyak naik, kalo terlalu tinggi, tapi kalo ekstrem sekali akan kita hitung ulang," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Purbaya-Yudhi-Sadewa-Menteri-Keuangan-RI-di-di-Istana-Negara-Jakarta.jpg)