Sabtu, 18 April 2026

Polemik Saiful Mujani

Soal Wacana Pelengseran Prabowo, Publik Khawatir Memicu Perpecahan dan Instabilitas

Alasan utamanya meliputi kekhawatiran akan perselisihan, penghormatan terhadap mandat demokrasi, serta anggapan belum ada dasar kuat pelengseran

Penulis: Hasanudin Aco
Tangkap layar YouTube/Sekretariat Presiden
Dalam Foto: Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri langsung prosesi penyerahan denda administratif dan hasil penyelamatan keuangan negara yang dilakukan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), serta penguasaan kembali pengawasan hutan tahap VI, di Gedung Bundar JAMPidsus Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Jumat (10/4/2026) siang. Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, mengungkapkan bahwa mayoritas publik tidak setuju terhadap wacana pelengseran pemimpin di tengah masa jabatan.  

“Artinya, publik melihat selama kinerja masih berjalan dan tidak ada pelanggaran besar, maka dorongan untuk pelengseran tidak mendapatkan legitimasi sosial,” tegasnya.

Baca juga: Menakar Dugaan Makar Saiful Mujani dengan Lensa Kedaulatan Hukum dan Politik

Rico menambahkan, temuan ini menjadi sinyal penting bagi elite politik agar tidak memainkan isu-isu yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional.

Survei Median ini dilakukan pada periode 30 Maret hingga 7 April 2026.

Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner melalui media sosial dengan target responden pengguna aktif media sosial berusia 17 hingga 60 tahun ke atas.

Sebanyak 1.300 responden terlibat dalam survei ini, dengan distribusi pertanyaan dilakukan secara proporsional terhadap populasi dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia melalui akun media sosial.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved