Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Putin Ogah Tanggapi Rencana Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei

Ketika ditanya wartawan tentang reaksi Rusia jika Israel membunuh Khamenei dengan bantuan AS, Putin enggan menjawab.

Kantor Presiden Rusia
PUTIN HADIRI RAPAT - Foto diambil dari Kantor Presiden Rusia, Kamis (19/6/2025), memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin hadir dalam pertemuan untuk membahas parameter utama rancangan Program Persenjataan Negara tahun 2027–2036 pada 11 Juni 2025. Vladimir Putin pada Kamis (19/6/2025) menolak untuk membahas rencana Israel dan Amerika Serikat (AS) ingin membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. 

“Pabrik-pabrik bawah tanah ini masih ada, tidak terjadi apa-apa pada mereka,” kata Putin, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/06/2025).

"Menurut saya, semua pihak sebaiknya mencari cara untuk mengakhiri permusuhan dan menemukan cara bagi semua pihak dalam konflik ini untuk mencapai kesepakatan satu sama lain," lanjutnya. 

"Menurut pendapat saya, secara umum, solusi seperti itu dapat ditemukan,” imbuhnya.

Ketika ditanya apakah Rusia siap membantu Iran dan memberikan senjata modern untuk mempertahankan diri dari serangan Israel, Putin menjelaskan kalau perjanjian kemitraan strategis yang ditandatangani Teheran pada Januari lalu tidak mencakup kerja sama militer, dan Iran belum mengajukan permintaan resmi untuk bantuan tersebut.

Sebelumnya, pada Rabu (18/06/2025), Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, telah memperingatkan Amerika Serikat agar tidak menyerang Iran karena hal itu akan sangat mengganggu stabilitas Timur Tengah. 

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia juga memperingatkan bahwa serangan Israel ke fasilitas nuklir Iran berisiko memicu bencana nuklir.

Lebih lanjut, Putin mengungkapkan bahwa Israel telah memberikan jaminan kepada Moskow bahwa para spesialis Rusia yang membantu pembangunan dua reaktor tambahan di pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr di Iran tidak akan menjadi sasaran atau terluka dalam serangan udara yang mungkin dilancarkan oleh Israel.

Baca juga: Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei: Serangan Israel Tidak Boleh Dibesar-besarkan atau Diremehkan

Putin menegaskan bahwa Moskow memiliki hubungan yang sangat baik dengan Iran dan Rusia dapat menjamin kepentingan Iran dalam pengembangan dan pemanfaatan energi nuklir. 

Rusia bahkan telah menawarkan untuk menerima uranium yang diperkaya dari Iran dan memasok bahan bakar nuklir untuk program energi sipil negara tersebut.

"Memungkinkan untuk menjamin kepentingan Iran dalam bidang energi nuklir damai. Dan pada saat yang sama, mengatasi kekhawatiran Israel mengenai keamanannya," kata Putin.

"Kami telah menguraikan (gagasan kami) kepada mitra kami dari AS, Israel, dan Iran,” tambahnya.(Grace Sanny Vania)

 

 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan