Selasa, 5 Mei 2026

Dari Laporan hingga Penyidikan, Begini Telitinya Polisi Jepang Tangani Kasus Pencurian

Polisi menanyakan berbagai kemungkinan, termasuk apakah pelaku masuk melalui pintu belakang menggunakan kunci palsu

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Richard Susilo
KASUS PENCURIAN - Dua polisi sedang menyidik korban pemilik toko yang kecurian, termasuk mengambil sidik jari korban (kanan), untuk dicocokkan dengan sidik jadi yang ditemukan di toko yang kecurian tersebut 

Begitu proses administrasi selesai, petugas polisi bergerak ke lokasi kejadian.

Mereka membawa peralatan lengkap untuk melakukan pemeriksaan fisik, mulai dari mencari sidik jari, jejak sepatu, bekas tanah, goresan pintu, hingga lekukan yang mencurigakan.

Pemilik toko juga harus memberikan sidik jari lengkap untuk membedakan dengan sidik jari pelaku yang mungkin ditemukan.

Polisi menggambar denah ruangan, memotret setiap sudut, mengukur jarak, dan menelusuri rekaman CCTV, baik milik toko maupun kamera di sekitar lokasi.

“Apabila ada CCTV pihak toko, polisi biasanya akan meminta rekaman keseluruhan. CCTV di sekitar lokasi juga akan diminta untuk memastikan siapa pelaku yang masuk ke toko,” kata A.

Proses penyidikan di lapangan ini dapat memakan waktu hingga tiga jam, tergantung temuan di lokasi.

Sistem Kepercayaan

Meski prosesnya rinci dan panjang, tidak ada biaya apa pun yang dikenakan kepada pelapor.

“Kita bahkan tidak boleh memberikan uang atau hadiah kepada polisi penyidik. Hal itu dilarang undang-undang,” tegas A.

Dengan sistem berbasis kepercayaan ini, laporan resmi dianggap sah tanpa perlu salinan fisik.

Jika kemudian ditemukan kesalahan dalam dokumen, petugas hanya akan memberikan dua garis lurus pada bagian yang salah dan menandatangani koreksinya.

 Kasus pencurian ini menjadi contoh bagaimana kepolisian Jepang menjaga profesionalisme, ketelitian, dan integritas dalam menangani laporan masyarakat. Proses penyelidikan akan terus berlangsung tanpa batas waktu hingga pelaku ditemukan.

Diskusi mengenai penyelidikan kepolisian Jepang juag dilakukan kelompok Pencinta Jepang. Partisipasi gratis kirimkan nama alamat nomor telepon ke email tkyjepang@gmail.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved