Epidemiolog Sebut Influenza A H3N2 Subklade K Lebih Mudah Menular, Bukan Virus Baru
H3N2 merupakan sub-tipe influenza A yang secara historis dikenal paling dinamis secara genetik dan kerap mendominasi musim flu global.
Semakin banyak orang terinfeksi, semakin besar pula peluang kelompok rentan ikut terdampak dan memerlukan perawatan.
Selain itu, penurunan imunitas populasi, rendahnya cakupan vaksinasi influenza, serta ketidaksesuaian parsial vaksin pada awal musim turut berkontribusi terhadap beratnya musim flu kali ini.
Baca juga: Ahli Ingatkan Pentingnya Vaksinasi Influenza Rutin untuk Lindungi Anak dan Kelompok Rentan
Dominasi H3N2 yang dikenal cepat bermutasi juga memperkuat pola musim flu yang lebih berat.
“Ini berpotensi menjadi wabah musiman, bukan pandemi dan bukan kedaruratan kesehatan masyarakat internasional, karena tidak ada lonjakan fatalitas yang abnormal,” tegas Dicky.
Ia menambahkan, penyebaran subklade K yang luas lintas benua dipengaruhi oleh meningkatnya mobilitas global pasca normalisasi perjalanan internasional.
Meski demikian, situasi ini tetap dikategorikan sebagai wabah influenza musiman dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi dari rata-rata.
Dicky menekankan pentingnya langkah pencegahan, terutama bagi kelompok rentan, melalui vaksinasi influenza.
Selain itu, penguatan surveilans virologi dan genomik serta peningkatan literasi kesehatan masyarakat tetap diperlukan.
Perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit, dan menjaga etika batuk, dinilai masih relevan untuk menekan penularan influenza di tengah musim flu yang lebih berat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/virus-influenza.jpg)