Sabtu, 6 Juni 2026

Gejolak Rupiah

Gatot Nurmantyo Peringatkan Indonesia Menghadapi Triple Crisis, Sebut Gejala 1998

Gatot Nurmantyo menilai Indonesia menghadapi triple crisis ekonomi dan mengingatkan gejala menyerupai kondisi menjelang krisis 1998

Tayang:
Gita Irawan/Tribunnews.com
TRIPLE CRISIS - Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo di Halim Perdanakusuma Jakarta Timur pada Sabtu (5/10/2019). Gatot Nurmantyo menilai Indonesia menghadapi triple crisis ekonomi dan mengingatkan gejala menyerupai kondisi menjelang krisis 1998 

Pada Kamis (4/6/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah menembus angka Rp18.000.

Terkait hal itu, Purbaya membenarkan pembayaran utang negara akan membengkak seiring melemahnya nilai tukar rupiah.

Namun, ia memastikan pembayaran utang negara menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) masih sesuai perhitungan.

Purbaya juga mengatakan, sebagian besar surat utang negara memiliki kupon atau bunga tetap.

"Pembayaran utang kan lewat kupon ya. Kuponnya sih konstan, cuma pada waktu rupiah melemah ya meningkat kan dalam rupiah pembayarannya," ungkap Purbaya di DPR RI, Jakarta, Kamis.

"Cuma kan gini, ini masih dalam range perhitungan kita yang sebelumnya saya sebutkan itu," imbuh dia.

Lebih lanjut, Purbaya menuturkan, saat penyusunan APBN, pemerintah menggunakan asumsi nilai tukar dolar sekitar Rp16.500 per dolar.

Tetapi, jelas Purbaya, pemerintah telah melakukan berbagai simulasi terhadap kemungkinan terjadinya gejolak ekonomi global, termasuk skenario rupiah melemah.

Meski tak menyebut batas maksimal nilai tukar rupiah dalam simulasi tersebut, Purbaya memastikan angka saat ini, yaitu Rp18.000 per dolar, masih sesuai perhitungan.

"Begini, pada waktu APBN pertama kan ada asumsi berapa, Rp16.500 ya? Tapi kan terus ada simulasi pada waktu harga BBM naik tinggi kan, ya kita hitung di situ."

"Adjustment-nya (penyesuaian) cukup tinggi, tapi kan saya nggak sebutkan ke Anda nanti rupiah melemah signifikan."

"Tapi basically, fundamental Rupiah berada di bawah level yang sekarang, lebih kuat dari yang sekarang," tutur dia.

Sesuai Minatmu
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved