TOPIK
Demo di Jakarta
-
Kuasa hukum Habib Rizieq Shibab, Damai Hari Lubis, memastikan kliennya tidak akan pulang ke Indonesia untuk menghadiri acara reuni alumni 212 di Monas
-
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengaku belum mengetahui soal izin kegiatan reuni akbar peserta aksi 212.
-
"Ini juga nggak akan jauh-jauh dari politik 2018. Ini pastinya ke arah politik 2018-2019," kata Kapolri di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (30/11/2017
-
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto mempertanyakan rencana reuni alumni gerakan 212.
-
“Kalau mengerahkan masyarakat lagi, kita sayangkan bahwa akan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Wiranto, Rabu (29/11/2017).
-
"Tapi kalau ada satu gerakan bersifat temporer, situasional, kemudian mengadakan reuni dan alasannya saya belum tahu,"
-
“Muhammadiyah tidak melakukan kegiatan seperti itu. Lebih baik waktunya digunakan untuk kegiatan yang lebih produktif,”
-
Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian menilai aksi 299, berjalan dengan tertib dan lancar.Ia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para peserta aksi,
-
Empat partai politik mendukung penolakan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan.
-
PAN, PKS, Partai Demokrat, dan Partai Gerindra menyatakan dukungan menolak
(Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
-
Ketua Presidium Aksi 212 Slamet Ma'arif selaku perwakilan aksi 299, menyampaikan resolusi kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
-
Menkopolhukam Wiranto menilai aksi 299 tak akan memberi pengaruh apapun. Hanya membuat suasana mencekam.
-
Ribuan massa dari berbagai organisasi kemasyarakatan gelar unjuk rasa di depan gedung parlemen, Jumat (29/9/2017).
-
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menegaskan bahwa Fraksi Gerindra menolak disahkannya Perppu Ormas menjadi Undang-undang.
-
"Tentu masukan yang kita terima ini akan kita jadikan pertimbangan untuk memberikan keputusan ke depannya," kata Taufik.
-
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Aziz, bersyukur pengamanan aksi 299 yang digelar di depan Gedung DPR/MPR berlangsung lancar.
-
Aksi 229 yang digelar di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (29/9/2017), berlangsung damai.
-
"PAN, Demokrat, PKS dan Gerindra sudah sepakat menolak Perppu Ormas ini. Kita tinggal bergerilya ke fraksi dan partai selain empat ini,"
-
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menemui peserta Aksi 299 di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (29/9/2017).
-
"Kenapa kita demo di DPR untuk menolak bangkitnya PKI karena yang berperan membangkitkan PKI bagian anggota DPR. Yang tulis bangga jadi anak PKI"
-
Perwakilan massa aksi 299 menyampaikan aspirasi kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
-
"Mohon maaf Pak diharapkan kembali ke trotoar karena jalan akan dibuat lewat kendaraan,"
-
Amien berorasi di depan para peserta aksi, yang melayangkan kritik pedas ke pemerintah Presiden Joko Widodo.
-
Soal obyek yang menjadi fokus pengunjuk rasa, Teten mengatakan mereka sah saja menyuarakan aspirasinya.
-
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menilai bahwa Perppu yang diterbitkan Presiden Joko Widodo bermasalah.
-
Menurutnya diskusi semacam itu bisa memberi ruang Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk bangkit kembali.
-
"Andai kata dulu PKI menang mungkin umat Islam tidak akan ada. Saya lihat pemerintah memberikan angin kuat untuk PKI bangkit lagi," seru Amien.
-
Di sana ia mengingatkan massa akan bahaya kebangkitan komunis yang bisa saja mengancam Indonesia.
-
Slamet menjelaskan, anggota DPR yang dimaksud bahkan pernah menyatakan bangga sebagai anak PKI.
-
Pihaknya juga mengerahkan Tim Asmaul Husna untuk memberikan pengamanan dengan cara humanis kepada para pengunjuk rasa.
© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved