Selasa, 14 April 2026

Jelang Ramadan, Polda Metro Gelar Operasi Pekat Jaya Libatkan 675 Personel

Irjen Pol Asep Edi Suheri menjelaskan sebanyak 675 personel dikerahkan untuk mendukung kelancaran operasi Pekat Jaya 2026.

Penulis: Reynas Abdila
Tribunnews.com/Reynas Abdila
OPERASI PEKAT JAYA - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri memimpin apel gelar pasukan operasi Pekat Jaya 2026 di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (28/1/2026). Operasi ini berlangsung mulai 28 Januari sampai dengan 11 Februari 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Polda Metro Jaya melaksanakan apel gelar pasukan operasi Pekat Jaya 2026 menjelang bulan suci 1 Ramadan 1447 Hijriah
  • Apel digelar di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Rabu (28/1/2026)
  • Irjen Pol Asep Edi Suheri menjelaskan sebanyak 675 personel dikerahkan untuk mendukung kelancaran operasi Pekat Jaya 2026

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya melaksanakan apel gelar pasukan operasi Pekat Jaya 2026 menjelang bulan suci 1 Ramadan 1447 Hijriah.

Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) adalah operasi kepolisian yang bertujuan untuk menindak berbagai bentuk kejahatan dan perilaku negatif di masyarakat, seperti perjudian, prostitusi, premanisme, minuman keras, hingga penyalahgunaan narkoba.

Baca juga: Polda Metro Ungkap Peredaran 27 Kg Sabu dan 5.000 Butir Happy Five, Nilai Barbuk Rp41 Miliar

Operasi ini biasanya digelar secara berkala, terutama menjelang bulan Ramadan, untuk menciptakan situasi aman, tertib, dan kondusif.

Apel digelar di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Rabu (28/1/2026).

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menjelaskan sebanyak 675 personel dikerahkan untuk mendukung kelancaran operasi Pekat Jaya 2026.

"Operasi akan dilaksanakan pada tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026 yang akan dilaksanakan di seluruh wilayah hukum Poda Metro Jaya," tuturnya dalam amanat.

Menurutnya, operasi ini merupakan langkah strategis dalam mengantisipasi dinamika situasi Kamtibmas menjelang bulan Cuci Ramadan 1447 Hijriah. 

Disamping itu memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat Wilayah hukum DKI Jakarta. 

"Menjelang bulan Ramadan gangguan Kamtibmas cenderung mengalami peningkatan, terutama berupa tawuran, aksi keributan geng motor, aktivitas premanisme serta berbagai bentuk kejahatan
jalanan lainnya," ucap Irjen Asep.

Kondisi kejahatan dipicu oleh berbagai faktor, antara lain konsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang provokasi melalui media sosial serta tekanan sosial ekonomi.

Tujuan utama operasi Pekat Jaya Tahun 2016 adalah menciptakan situasi Kamtibmas Yang aman dan kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan kegiatan sehari-hari serta ibadah di bulan Cuci Ramadan dengan tertib Nyaman dan khusyuk. 

Melalui operasi ini, Polda Metro Jaya akan melaksanakan penegakan hukum secara tegas terhadap berbagai bentuk premanisme, kekerasan jalanan dan tindak pidana lainnya. 

Baca juga: Polda Metro Jaya Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Richard Lee di PN Jakarta Selatan

Namun demikian, setiap tindakan di lapangan harus dilaksanakan secara profesional proporsional, sesuai prosedur serta tetap menjunjung tinggi ketenangan hukum dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. 

Langkah preventif dan preemtif juga harus dikedepankan melalui patroli kewilayahan, deteksi dini dan pembinaan masyarakat serta pendekatan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan para
pemangku kepentingan lainnya guna mencegah potensi gangguan dari sejak awal.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved