TOPIK
Bentrok di Bima
-
Fadli Zon juga mendukung agar polisi dilarang menggunakan senjata ketika menghadapi demonstrasi rakyat, mahasiswa, petani, buruh, kepala desa
-
Ratusan solidaritas Mahasiswa, Pemuda, dan Masyarakat Bima Bersatu, melakukan unjuk rasa di Bundaran HI.
-
Selain provokator, sejumlah orang yang ditangkap juga teridentifikasi sebagai pembawa senjata tajam dan motolov
-
Ketua Umum PB HMI, Noer Fajrieansyah menilai, Kapolda Nusa Tenggara Barat sepatutnya dicopot atas tindakan refresifnya di Bima.
-
Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mengutuk keras aksi represif polisi dalam mengamankan aksi massa di Bima.
-
Tim pengawas internal dari Mabes Polri masih menyelidiki penanganan pembubaran massa di Pelabuhan Sape, Bima, NTB.
-
Politisi PKB Agus Sulistiyono menilai, konflik pertambagan di Bima tak jauh berbeda dengan konflik di PT Freeport Indonesia.
-
Polri mengakui telah membidik 47 orang sebelum dilakukan penangkapan saat pembubaran pemblokiran Pelabuhan Sape, Bima, NTB
-
Politisi PKB, Abdul Malik Haramain melihat sudah saatnya ada reformasi di tubuh Polri menyusul pecahnya bentrok di Bima, NTB.
-
Ketua Komisi Hukum DPR RI Benny Kabur Harman tak habis dengan cara polisi menangani aksi di pelabuhan Safe, Bima.
-
Dalam struktur penegak hukum Polri diusulkan berada di bawah Jaksa Agung. Hal tersebut menyusul pecahnya bentrok di Bima
-
Menurut sejumlah kalangan, saat Polri berpisah dari ABRI, maka Polri harusnya menata diri menjadi polisi sipil yang soft
-
Polri menyebut aksi penembakan di Bima guna membubarkan aksi massa, sudah sesuai prosedur tetap
-
Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertanggung jawab
-
Polisi dinilai bertindak brutal terhadap pengunjuk rasa di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat. Tindakan tersebut terus mendapat kecaman.
-
Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ton Abdillah mengecam keras tindakan aparat kepolisian yang telah berlaku represif
-
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ton Abdillah membantah kabar adanya kader IMM yang tewas
-
Mabes Polri mengirimkan 500 personel dari Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, ke Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (25/12/2011).
-
Aktivis mahasiswa, petani, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) akan melaksanakan shalat gaib di depan gerbang DPR RI, Minggu (25/12/2011)
-
Tim internal Mabes Polri diterjunkan ke Nusa Tenggara Barat (NTB) guna menyelidiki penanganan pengunjuk rasa yang berujung bentrok
-
Sejumlah mahasiswa di Lhokseumawe yang tergabung dalam SMUR, KEUMALA dan HIMIPOL
-
Kecaman terhadap aksi yang menewaskan dua mahasiswa di Bima, Nus Tenggara Barat (NTB)
-
Sudah saatnya, kata Teguh, secara serius mendorong agar di era demokrasi ini polisi tidak lagi langsung dibawah presiden.
-
Usman kemudian menyerukan kepada semua kalangan di Bima dan wilayah manapun untuk terus menggugat legitimasi kebijakan-kebijakan yang salah
-
Sebanyak 1 kantor polres, 4 polsek, 1 rumah dinas polisi, 3 kantor pemerintahan, dan 25 rumah warga dirusak dan dibakar akibat amuk massa
-
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengecam keras tindakan brutal aparat keamanan yang menewaskan sejumlah warga
-
Kekerasan oleh aparat, kata Al Araf hanyalah akibat dari carut marut negara dalam menata sektor agraria beserta kepentingannya.
-
Kepolisian menetapkan 47 pengunjuk rasa sebagai tersangka pengrusakan dan pembakaran sejumlah kantor kepolisian, kantor pemerintah
-
Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan seharusnya kepolisian menangkap pejabat pemerintah pusat, daerah, dan pengusaha nakal,
-
LBH Keadilan mendesak agar Presiden membentuk tim investigasi independen yang terdiri dari unsur masyarakat sipil dan akademisi
© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved