Tribunners / Citizen Journalism
Pahlawan nasional
Gelar Pahlawan Nasional Bukan Alat Penghapus Sejarah
Publik diminta menjaga nalar sejarah usai Soeharto ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo.
Hendardi
Ketua Dewan Nasional Setara Institute
Profil Singkat Hendardi
Lahir
13 Oktober 1957, Jakarta
Profesi
Aktivis HAM, pejuang kesetaraan dan keberagaman
Latar belakang
Aktif sejak era Orde Baru sebagai bagian dari gerakan mahasiswa dan lembaga swadaya masyarakat (LSM)
Setara Institute adalah lembaga yang dipimpin Hendardi ini fokus pada perlindungan hak asasi manusia, kebebasan beragama, dan pluralisme. Mendorong toleransi, demokrasi, dan penghormatan terhadap keberagaman dalam kehidupan sosial-politik Indonesia. Kerap mengkritisi kebijakan diskriminatif dan intoleransi berbasis agama atau identitas.
TRIBUNNEWS.COM - Penetapan gelar pahlawan nasional seharusnya menjadi bentuk penghormatan atas jasa besar terhadap bangsa, bukan alat untuk mengaburkan jejak sejarah.
Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan Soeharto sebagai salah satu pahlawan nasional.
Berkaitan dengan itu, publik mesti terus dididik.
Pesan kebangsaan dan kewargaan harus disampaikan kepada publik bahwa bangsa ini tidak boleh mengorbankan kepentingan bersama agar sejarah Indonesia berkontribusi bagi kepentingan masa depan.
Nalar publik mesti terus dijaga, sebab hal itu merupakan esensi utama republik.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/hendardisetara-nih3.jpg)